Motivation

Kamis, 25 Agustus 2016

LIDAH JAMINAN KESELAMATAN


Lidah Adalah Jaminan Keselamatan
>Publikasi: 25/08/2016 22:38
>--------------------------------
>
>eramuslim - Lukman al Hakim manusia bijak yang diabadikan Allah dalam
>sebuah nama surat dalam Al Qur'an pernah diperintahkan oleh tuannya
>untuk mempersiapkan daging terbaik untuk disediakan sebagai hidangan
>bagi para saudagar negeri seberang yang merupakan tamu-tamu tuannya
>tersebut. Maka Lukman menghidangkan daging lidah bagi tamu-tamu
>tersebut, hingga membuat tuannya tercengang bercampur malu. Namun, ia
>dan para tamunya penasaran dan kembali bertanya kepada pembantunya
>itu perihal daging terburuk, maka Lukman menjawab: Lidah!
>
>Dalam sebuah hadist dari Mu'adz, Rasulullah bersabda: "Maukah kamu
>jika saya katakan kepadamu tentang sendi dari semua kebaikan itu?"
>Aku (Mu'adz) menjawab, "Tentu, ya Rasulullah." Maka beliau menunjuk
>pada lidahnya, seraya berkata, "Jagalah ini!" Aku berkata, "Ya Nabi
>Allah, apakah kami akan memperoleh siksa akibat ucapan kami?" "Betapa
>celakanya engkau wahai Mu'adz, bukankah orang-orang yang tersungkur
>ke dalam neraka itu, melainkan hasil menabur fitnah melalui lidah-
>lidah mereka, akhirnya menuai siksanya?" (HR Tirmidzi dan Hakim).
>
>Saudaraku, tentu ada hikmah yang teramat dalam dari pemberian dua
>telinga bagi manusia. Sedangkan Allah hanya memberikan satu mulut
>diantara dua pasang organ tubuh lainnya yang diberikan. Tentu Allah
>berharap manusia lebih banyak mendengar banyak hal kebaikan dengan
>dua telinga dan mengambil pelajaran dari setiap apa yang dilihat
>sepasang matanya. Allah lebih berkenan jika manusia banyak berbuat
>dengan dua tangan mereka, bergerak ke arah kebaikan dengan dua
>kakinya.
Sementara Dia hanya menyisakan satu mulut untuk tidak banyak
>berkata-kata.
>
>Ironisnya, sebagian (besar) manusia lebih banyak berkata-kata dari
>pada amal perbuatannya, tidak suka mendengar dan lebih ingin
>didengarkan, bahkan menutup mata akan banyak hal kebaikan dari orang
>lain. Bicara berlebihan, dusta, fitnah, ghibah, issu, namimah, berita
>bohong, dan banyak hal lainnya yang berkenaan dengan lidah ini seolah
>menjadi hal yang biasa menghiasi keseharian kita.
>
>Padahal saudaraku, Rasulullah mengingatkan kita dalam sebuah sabda
>yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra, "Janganlah memperbanyak kata
>(bicara) selain dzikrullah, karena banyak bicara selain dzikrullah
>menjadikan hati keras. Dan orang yang terjauh dari Allah adalah yang
>berhati keras."
>
>Bahkan Baginda Rasul mengatakan, "Barangsiapa yang dapat memberikan
>jaminan kepadaku untuk menjaga sesuatu yang berada di antara kedua
>dagu (lisannya) dan kedua pahanya (kemaluannya), maka aku akan
>menjaminnya masuk surga." (HR. Bukhari).
>
>Juga hadist lainnya yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah
>bersabda: "Yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka
>adalah melalui dua lubang; mulut dan farji (kemaluan)" (HR. Tirmidzi)
>
>Saudaraku, kata-kata adalah perlambang akhlaq, dan akhlaq adalah
>cerminan hati. Didalam hatilah bersemayam keimanan. Maka ketika Nabi
>Allah mengisyaratkan bahwa hati adalah penentu baik-buruknya perilaku
>dan keseluruhan jasad manusia, sudahkah kita membenahi hati ini agar
>setiap hal yang keluar dari mulut ini adalah kebaikan, agar semua
>yang tergerai dari lidah ini adalah kesejukkan. Sudahkah kita
>membersihkan hati ini, agar apa yang terlontar dari rongga mulut
>tidak memanasi telinga yang mendengarnya, tidak menyayat hati yang
>merasainya.
>
>Padahal saudaraku, dari Anas bin Malik Rasulullah saw bersabda:
>"Tidak akan lurus keimanan seorang hamba, sehingga lurus hatinya dan
>tidak akan lurus hatinya sehingga lurus lidahnya."
>
>Saudaraku, Nabi Allah yang mulia itu menjadikan syarat perbaikan iman
>dengan merehabilitasi hati, kemudian menjadikan syarat perbaikan hati
>dengan perbaikan lisan. Oleh karena itu, tentu sangat beralasan jika
>dalam hadist lainya beliau meminta agar manusia lebih baik diam jika
>tidak mampu berkata-kata yang baik, karena yang demikian itu adalah
>tanda bagi yang beriman kepada Allah dan hari kemudian.
>
>Dalam sebuah riwayat juga diceritakan bahwa Uqbah bin 'Amir berkata
>kepada Rasulullah saw, "Ya Rasulullah, apakah keselamatan itu?"
>Beliau menjawab: "Jagalah lidahmu, luaskan rumahmu dan menangislah
>atas kesalahan dan dosa-dosamu." (HR.Bukhari-Muslim).
>
>Saudaraku, menjaga lisan adalah salah satu kebaikan yang utama yang
>dapat membebaskan manusia dari kejatuhan, kehancuran untuk
>mendapatkan keselamatan.
Baik itu, di dunia terlebih di yaumil akhir
>nanti. Tentunya sudah banyak contoh dari orang-orang terdahulu untuk
>kita jadikan pelajaran, betapa banyak orang jatuh dan hancur oleh
>karena lisannya sendiri, tentu mereka juga masih akan merasakan
>kehancuran yang lebih dahsyat di akhirat.
>
>Saudaraku seiman, menjaga lidah jaminannya adalah keselamatan dan
>sebaliknya, siapa yang tidak mampu mengontrol apa-apa yang terucap
>lidahnya, maka ketahuilah bahwa semua perkataan kita akan memberatkan
>perhitungan segala perbuatan kita dihadapan Allah kelak. Seperti
>dikatakan Rasulullah saw, bahwa "Semua ucapan manusia akan
>memberatinya, tidak meringankan baginya, kecuali amar ma'ruf nahi
>munkar dan dzikrullah swt." (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah) (Bayu
>Gautama)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar