Motivation

Kamis, 25 Agustus 2016

KEWAJIBAN AMAR MA'RUF DAN NAHI MUNKAR


KEWAJIBAN AMAR MA'RUF DAN NAHI MUNKAR

            Islam pada awal periodenya telah berhasil menggentarkan kehidupan-kehidupan yang tanpa nilai serta tanpa norma yang digambarkan sebagai kehidupan sarang Dajjal yang mengeram dan menetas sepanjang panggung kehidupan. Hal ini sesuai dengan risalah yang diemban oleh Rasulllah SAW, yakni menyempurnakan akhlak manusia, sehingga tercipta sebuah kehidupan yang teratur, hsl ini juga sesuai dengan fitroh manusia yang selalu mendambakan sebuah kedamaian dan ketentraman dalam menjalankan aktivitas kehidupannya.
            Keberhasilan yang telah dicapai oleh dakwah Rasulullah tersebut dalam perjalanan sejarah tidak bertahan lama, hal ini terbukti dengan munculnya kembali kehidupan-kehidupan yang semakin jauh dari nilai serta norma yang telah dibawakan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat beliau, terutama pada akhir-akhir ini, bahkan kehidupan yang ada dihadapan kita saat ini bisa digambarkan sebagai kehidupan Jahiliyyah jilid II bahkan lebih buruk dari itu.
            Fenomena tersebut menjadi sebuah pekerjaan tersendiri bagi masyarakat Islam, khususnya bagi mereka yang masih memegang teguh terhadap ajaran Islam, yaitu melaksanakan amar ma'ruf dan nahi munkar agar kebatilan serta kerusakan tersebut bisa lenyap dari muka bumi ini. Amar ma'ruf dan nahi munkar merupakan salah satu tugas yang harus diemban oleh masyarakat muslim baik secara individu maupun kelompok, sebagaimana firman Allah SWT :

كنتم خير أمة أخرحت للناس تأمرون بالمعروف وتنهون عن المنكر وتؤمنون بالله (آل عمران : 110)
Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:
ولتكن منكم أمة يدعون إلى الخير ويأمرون بالمعروف وينهون عن المنكر وأولئك هم المفلحون (آل عمران : 110)

            Dari dua ayat diatas jelas bahwa salah satu dari kewajiban seorang muslim adalah mengajak kepada kebaikan (amar ma'ruf) dan mencegah dari kemunkaran (nahi munkar). Bahkan Rasulullah SAW lebih tegas menyampaikan hal tersebut dan beliau mengingatkan kita akan akibat apabila kita meninggalkan amar ma'ruf dan nahi munkar tersebut, yaitu Allah SWT akan mengirim kepada mereka azab. Sabda beliau :

قال رسول الله صلي الله عليه وسلم : والذي نفسي بيده لتأمرن بالمعروف ولتنهون عن المنكر أو ليوشكن الله أن يبعث عليكم عقابا منه ثم تدعونه فلا يستجاب لكم (رواه التؤمذي)  
            Pemikiran amar ma'ruf dan nahi munkar adalah bagian dari hadhoroh Islam dan syari'at Islam, dia tidak bebas nilai, melainkan harus merujuk kepada sumber Al-Quran dan Sunnah Raulullah baik dari segi tujuan, cara, sistem maupun segala sesuatu yang terkait dengannya. Amar ma'ruf  nahi munkar memiliki problem utama menegakkan syari'at Islam yang rahmatan lil'alamin.
        Untuk menegakkan metode Rasulullah SAW dalam perjalanan dakwah beliau dalam rangka melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar dan untuk merubah masyarakat jahiliah meuju ke masyarakat Islam diperlukan tiga tahapan:
Pertama: tahap pembinaan dan pergolakan pemikiran, kebuadayaan, politik untuk membangun pribadi-pribadi, kutlah, partai dan ummat yang beriman denganpemirkiran Islam dalam menegakkan syari'at Islam dalam penerapan dan pelestarian.
Kedua: tahap penegakan masyarakat yang Islami yang benar-benar menjalankan syari'at secara kaffah.
Ketiga: tahap penerapan dan pelestarian syari'at tersebut secara keseluruhan di semua lini kehidupan masyarakat, baik sosial, budaya, hukum, politik, ekonomi dan lain sebagainya.

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar